Petani Muda dari Cipanas

April 4, 2012 by   - dibaca 1,685 kali
Leave a Comment

Asep Supiandi, SMKN 1 Pacet

Mendekati pintu keluar, langkah Asep terhenti. Ia menunduk ke salah satu kantong tanaman ‘petunia’ dan mencabut sebongkah rumput kecil yang tertanam di tanah.”Ini gulma. Harus dicabut. Kalau tidak, akan merusak tumbuhan asli,” jelas pelajar kelahiran 1991 ini seraya meletakkannya ke tanah.

Sejak kecil, Asep Supiandi sudah berkenalan dengan cangkul, tanah, pupuk, bibit, dan segala urusan pertanian. Bersama sang ayah, Asep mengolah empat petak sawah di dekat rumahnya. Dari sana, pehobi sepak bola ini mengukuhkan niatnya untuk mendalami dunia pertanian.

Pada tahun terakhirnya di SMKN 1 Pacet, Cianjur, Jawa Barat, Asep membuktikan bahwa menjadi seorang petani pun harus penuh prestasi. Tak puas sebagai ketua majelis permusyawaratan kelas (MPK) dan juara pertama kelas selama tiga tahun berturut-turut, Asep pun melaju ke kompetisi tingkat nasional dengan penelitian berjudul Ekstrak Bawang Merah sebagai Stek Irisan Tanaman Krisan. “Saya mau jadi petani berdasi yang keren, seperti petani di Jepang,” ungkapnya yakin.

Maksudnya apa itu petani berdasi dan keren?

Kalau berdasi, artinya petani tidak hanya bisa menanam, tapi juga mengolah hasil pertaniannya dengan baik.

Di samping itu, saya juga mau jadi pengusaha untuk bidang pertanian seperti Bob Sadino. Dengan begitu, saya bisa membantu petani untuk bisa memasarkan harga panen dengan tinggi. Misalnya dulu kita pernah menjual paprika hasil panen ke Bob Sadino. Kalau di tengkulak, 1 kilogram paprika dijual seharga Rp20 ribu, sedangkan waktu kami menjual ke Bob Sadino, dua buah paprika saja bisa seharga Rp35 ribu.

Banyak enggak anak muda yang mau jadi petani di daerah kamu?

Enggak. Banyak yang enggak tertarik, mungkin karena gengsi. Saya sendiri kalau mengaduk pupuk kotoran hewan, ya biasa aja. Prinsip saya, kalau gengsi malah bakal ngurangin rezeki. Hehehe….

Saya justru merasa bangga karena dari pertanian, orangtua bisa membiayai saya dan saudara untuk tetap bersekolah. Karena itu, tak perlu ragu. Selama masyarakat masih butuh makanan, petani pasti akan tetap hidup.

Ceritakan bagaimana kondisi pertanian di Cianjur?

 

Bidang pertanian masih banyak ditekuni masyarakat. Tapi sayangnya kurang pemasaran. Jadi selama ini hasil panen hanya diatur oleh tengkulak sehingga harganya kurang bagus untuk petani.

Misalnya bawang yang dibeli per kilogram Rp1.000 oleh tengkulak, dijual ke supermarket seharga Rp2.000. Karena itu, petani jarang bisa untung.

Lalu, sejauh mana ilmu yang kamu dapat di sekolah bisa bermanfaat untuk pertanian?

 

Banyak. Misalnya, kami belajar tentang penggunaan pupuk. Selama ini, banyak petani yang menggunakan pupuk dengan cara ditabur. Padahal, kalau ditabur, nutrisi yang didapat tidak maksimal. Karena terkena matahari, unsur hara menguap. Untuk itu, sebaiknya pupuk dimasukkan dan dibenamkan ke dalam tanah. Saya pernah mencobanya ke kebun ayah waktu menanam bawang.

Hasilnya, metode membenamkan pupuk membawa hasil yang lebih baik. Kalau pengetahuan ini bisa disebarkan ke petani, tentu kondisi pertanian akan menjadi lebih baik.

Apa yang paling kamu suka dari kegiatan bertani?

 

Saya paling suka mencangkul. Seru aja saat menggali, terus harus mengembalikan tanahnya kembali. Walaupun sampai sekarang saya belum bisa menggali tanah dengan bagus, saya paling suka kegiatan mencangkul.

Selain itu, saya juga senang kalau melihat tanaman indah hasil ciptaan Tuhan bisa tumbuh dan berkembang. Kalau menanam tanaman pokok, senang rasanya bisa melihat hasilnya dinikmati oleh banyak orang.

Profil :

Nama : Asep Supiandi
Tempat, tanggal lahir : Cianjur, 1 Januari 1993
Pendidikan :
- SMKN 1 Pacet, Cianjur, jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
Prestasi :
- Juara 2 Lomba Keterampilan Siswa Tingkat Nasional, Jakarta, 2011
- Juara 3 Lomba Karya Tulis Bidang Ilmiah, Bandung, 2011
- Juara 1 Olimpiade Sains Terapan bidang Fisika, Kabupaten Cianjur, 2010

 

 

Source : http://www.mediaindonesia.com/move/?p=2408

Komentar Anda?

  1. -

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama mengisi komentar berita ini. Tinggalkan komentar anda dibawah ini.

Komentar Anda?